Skip to content
Darrel Danadyaksa Poli.
← all teaching material
// lecture notes

Univariate Calculus via Nonstandard Analysis: The Infinitesimal Approach

Catatan teori dan ringkasan pendekatan Kalkulus Univariat dengan Analisis Non-Standar (Infinitesimal). Kerangka kerja ini mengadopsi formalisasi modern dari Abraham Robinson dan pendekatan pedagogis H. Jerome Keisler (Elementary Calculus: An Infinitesimal Approach).

Pendekatan infinitesimal memberikan intuisi geometri dan diferensial yang sangat alami (seperti yang mula-mula digagas oleh Leibniz dan Newton) tanpa mengorbankan ketatnya pembuktian matematika (rigor).


1. Aksioma Sistem Bilangan Hiperreal R∗\mathbb{R}^\ast

Sistem bilangan hiperreal R∗\mathbb{R}^\ast memperluas sistem bilangan riil standar R\mathbb{R} dengan menambahkan kuantitas infinitesimal dan kuantitas tak terhingga (infinite):

  1. Prinsip Ekstensi: R⊂R∗\mathbb{R} \subset \mathbb{R}^\ast. Setiap bilangan riil adalah bilangan hiperreal.

  2. Keterurutan & Aljabar (Ordered Field): R∗\mathbb{R}^\ast adalah lapangan terurut (ordered field) yang memenuhi seluruh aksioma aljabar biasa seperti komutatif, asosiatif, distributif, dan relasi transitif.

  3. Elemen Infinitesimal: Terdapat elemen infinitesimal ε∈R∗,ε>0\varepsilon \in \mathbb{R}^\ast, \varepsilon > 0 sedemikian sehingga:

    ε<r∀r∈R+\varepsilon < r \quad \forall r \in \mathbb{R}^+

  4. Elemen Tak Terhingga (Infinite): Kebalikan dari infinitesimal tak nol, yaitu H=1εH = \frac{1}{\varepsilon}, bernilai lebih besar dari semua bilangan riil:

    H>r∀r∈RH > r \quad \forall r \in \mathbb{R}


2. Klasifikasi Bilangan Hiperreal x∈R∗x \in \mathbb{R}^\ast

Setiap elemen xx dalam R∗\mathbb{R}^\ast digolongkan ke dalam tiga kategori mendasar:

KategoriDefinisi FormalContoh Representatif
Infinitesimal (≈0\approx 0)∣x∣<r\vert x \vert < r untuk semua r∈R+r \in \mathbb{R}^+ (termasuk x=0x=0)ε,  ε2,  1H,  ε\varepsilon, \; \varepsilon^2, \; \frac{1}{H}, \; \sqrt{\varepsilon}
Hingga (Finite)∣x∣<r\vert x \vert < r untuk suatu r∈R+r \in \mathbb{R}^+5,  π,  3+2ε,  4H+12H−35, \; \pi, \; 3 + 2\varepsilon, \; \frac{4H+1}{2H-3}
Tak Terhingga (Infinite)∣x∣>r\vert x \vert > r untuk semua r∈R+r \in \mathbb{R}^+H,  H2,  1ε,  HH, \; H^2, \; \frac{1}{\varepsilon}, \; \sqrt{H}

Notasi Kedekatan Infinitesimal (≈\approx)

Dua bilangan hiperreal a,b∈R∗a, b \in \mathbb{R}^\ast dikatakan infinitesimally close (a≈ba \approx b) jika selisih keduanya merupakan infinitesimal:

a≈b  ⟺  a−b adalah infinitesimala \approx b \iff a - b \text{ adalah infinitesimal}


3. Operator Standard Part st⁡(⋅)\operatorname{st}(\cdot)

Salah satu pilar terpenting dalam analisis non-standar adalah Teorema Bagian Standar (Standard Part Principle):

Teorema: Untuk setiap bilangan hiperreal hingga x∈R∗x \in \mathbb{R}^\ast, terdapat tepat satu bilangan riil standar r∈Rr \in \mathbb{R} sedemikian sehingga x≈rx \approx r. Bilangan riil unik ini dilambangkan sebagai st⁡(x)\operatorname{st}(x).

st⁡(x)=r  ⟺  x≈r\operatorname{st}(x) = r \quad \iff \quad x \approx r

Sifat-Sifat Aljabar Operator st⁡\operatorname{st}

Misalkan a,b∈R∗a, b \in \mathbb{R}^\ast adalah bilangan hiperreal hingga. Maka berlaku:

  • Penjumlahan: st⁡(a+b)=st⁡(a)+st⁡(b)\operatorname{st}(a + b) = \operatorname{st}(a) + \operatorname{st}(b)
  • Pengurangan: st⁡(a−b)=st⁡(a)−st⁡(b)\operatorname{st}(a - b) = \operatorname{st}(a) - \operatorname{st}(b)
  • Perkalian: st⁡(a⋅b)=st⁡(a)⋅st⁡(b)\operatorname{st}(a \cdot b) = \operatorname{st}(a) \cdot \operatorname{st}(b)
  • Pembagian: st⁡(ab)=st⁡(a)st⁡(b)\operatorname{st}\left(\frac{a}{b}\right) = \frac{\operatorname{st}(a)}{\operatorname{st}(b)} (asalkan st⁡(b)≠0\operatorname{st}(b) \neq 0)
  • Akar / Pangkat: st⁡(an)=st⁡(a)n\operatorname{st}(\sqrt[n]{a}) = \sqrt[n]{\operatorname{st}(a)} (untuk a>0,n∈Na > 0, n \in \mathbb{N})

4. Definisi Kontinuitas dan Turunan

Dengan menggunakan operator st⁡\operatorname{st}, kita dapat mendefinisikan konsep kalkulus sentral tanpa perlu menggunakan limit ε\varepsilon-δ\delta yang rumit:

A. Kontinuitas Fungsi

Definisi: Suatu fungsi riil ff kontinu di titik c∈Rc \in \mathbb{R} jika untuk setiap perubahan infinitesimal Δx≈0\Delta x \approx 0:

f(c+Δx)≈f(c)  ⟺  st⁡(f(c+Δx))=f(c)f(c + \Delta x) \approx f(c) \quad \iff \quad \operatorname{st}(f(c + \Delta x)) = f(c)

B. Turunan (Derivative)

Definisi: Misalkan y=f(x)y = f(x). Turunan f′(x)f'(x) di titik x∈Rx \in \mathbb{R} didefinisikan sebagai bagian standar dari rasio diferensial ΔyΔx\frac{\Delta y}{\Delta x} untuk sembarang Δx≈0\Delta x \approx 0 (Δx≠0\Delta x \neq 0):

f′(x)=st⁡(ΔyΔx)=st⁡(f(x+Δx)−f(x)Δx)f'(x) = \operatorname{st}\left(\frac{\Delta y}{\Delta x}\right) = \operatorname{st}\left(\frac{f(x + \Delta x) - f(x)}{\Delta x}\right)


5. Contoh Komputasi Turunan dengan Infinitesimal

Mari kita buktikan turunan dari fungsi f(x)=x2f(x) = x^2 menggunakan metode infinitesimal:

  1. Ambil kenaikan infinitesimal Δx≠0,Δx≈0\Delta x \neq 0, \Delta x \approx 0.

  2. Hitung selisih Δy\Delta y:

    Δy=f(x+Δx)−f(x)=(x+Δx)2−x2=x2+2xΔx+(Δx)2−x2=2xΔx+(Δx)2\Delta y = f(x + \Delta x) - f(x) = (x + \Delta x)^2 - x^2 = x^2 + 2x\Delta x + (\Delta x)^2 - x^2 = 2x\Delta x + (\Delta x)^2

  3. Bentuk rasio diferensial:

    ΔyΔx=2xΔx+(Δx)2Δx=2x+Δx\frac{\Delta y}{\Delta x} = \frac{2x\Delta x + (\Delta x)^2}{\Delta x} = 2x + \Delta x

  4. Ambil Standard Part (st⁡\operatorname{st}):

    f′(x)=st⁡(ΔyΔx)=st⁡(2x+Δx)=st⁡(2x)+st⁡(Δx)=2x+0=2xf'(x) = \operatorname{st}\left(\frac{\Delta y}{\Delta x}\right) = \operatorname{st}(2x + \Delta x) = \operatorname{st}(2x) + \operatorname{st}(\Delta x) = 2x + 0 = 2x

Hasilnya diperoleh secara langsung dan sangat intuitif, memperjelas mengapa suku (Δx)2(\Delta x)^2 dapat diabaikan secara formal dan valid secara matematika.