Univariate Calculus via Nonstandard Analysis: The Infinitesimal Approach
Faculty of Computer Science, University of Indonesia · August 15, 2026
Catatan teori dan ringkasan pendekatan Kalkulus Univariat dengan Analisis Non-Standar (Infinitesimal). Kerangka kerja ini mengadopsi formalisasi modern dari Abraham Robinson dan pendekatan pedagogis H. Jerome Keisler (Elementary Calculus: An Infinitesimal Approach).
Pendekatan infinitesimal memberikan intuisi geometri dan diferensial yang sangat alami (seperti yang mula-mula digagas oleh Leibniz dan Newton) tanpa mengorbankan ketatnya pembuktian matematika (rigor).
1. Aksioma Sistem Bilangan Hiperreal R∗
Sistem bilangan hiperreal R∗ memperluas sistem bilangan riil standar R dengan menambahkan kuantitas infinitesimal dan kuantitas tak terhingga (infinite):
Prinsip Ekstensi: R⊂R∗. Setiap bilangan riil adalah bilangan hiperreal.
Keterurutan & Aljabar (Ordered Field): R∗ adalah lapangan terurut (ordered field) yang memenuhi seluruh aksioma aljabar biasa seperti komutatif, asosiatif, distributif, dan relasi transitif.
Elemen Infinitesimal: Terdapat elemen infinitesimal ε∈R∗,ε>0 sedemikian sehingga:
ε<r∀r∈R+
Elemen Tak Terhingga (Infinite): Kebalikan dari infinitesimal tak nol, yaitu H=ε1, bernilai lebih besar dari semua bilangan riil:
H>r∀r∈R
2. Klasifikasi Bilangan Hiperreal x∈R∗
Setiap elemen x dalam R∗ digolongkan ke dalam tiga kategori mendasar:
Kategori
Definisi Formal
Contoh Representatif
Infinitesimal (≈0)
∣x∣<r untuk semua r∈R+ (termasuk x=0)
ε,ε2,H1,ε
Hingga (Finite)
∣x∣<r untuk suatu r∈R+
5,π,3+2ε,2H−34H+1
Tak Terhingga (Infinite)
∣x∣>r untuk semua r∈R+
H,H2,ε1,H
Notasi Kedekatan Infinitesimal (≈)
Dua bilangan hiperreal a,b∈R∗ dikatakan infinitesimally close (a≈b) jika selisih keduanya merupakan infinitesimal:
a≈b⟺a−b adalah infinitesimal
3. Operator Standard Part st(⋅)
Salah satu pilar terpenting dalam analisis non-standar adalah Teorema Bagian Standar (Standard Part Principle):
Teorema: Untuk setiap bilangan hiperreal hingga x∈R∗, terdapat tepat satu bilangan riil standar r∈R sedemikian sehingga x≈r. Bilangan riil unik ini dilambangkan sebagai st(x).
st(x)=r⟺x≈r
Sifat-Sifat Aljabar Operator st
Misalkan a,b∈R∗ adalah bilangan hiperreal hingga. Maka berlaku:
Penjumlahan:st(a+b)=st(a)+st(b)
Pengurangan:st(a−b)=st(a)−st(b)
Perkalian:st(a⋅b)=st(a)⋅st(b)
Pembagian:st(ba)=st(b)st(a) (asalkan st(b)=0)
Akar / Pangkat:st(na)=nst(a) (untuk a>0,n∈N)
4. Definisi Kontinuitas dan Turunan
Dengan menggunakan operator st, kita dapat mendefinisikan konsep kalkulus sentral tanpa perlu menggunakan limit ε-δ yang rumit:
A. Kontinuitas Fungsi
Definisi: Suatu fungsi riil f kontinu di titik c∈R jika untuk setiap perubahan infinitesimal Δx≈0:
f(c+Δx)≈f(c)⟺st(f(c+Δx))=f(c)
B. Turunan (Derivative)
Definisi: Misalkan y=f(x). Turunan f′(x) di titik x∈R didefinisikan sebagai bagian standar dari rasio diferensial ΔxΔy untuk sembarang Δx≈0 (Δx=0):
f′(x)=st(ΔxΔy)=st(Δxf(x+Δx)−f(x))
5. Contoh Komputasi Turunan dengan Infinitesimal
Mari kita buktikan turunan dari fungsi f(x)=x2 menggunakan metode infinitesimal: